Be honest to your live

14 Apr 2013

hands

Asik rasanya mendapatkan feeling ini lagi saat menuliskan blog, tak banyak blogger handal mampu menorehkan jurnal digital mereka tanpa perasaan ini, apa itu, sedih. Sudah menjadi rahasia yang tak pernah diungkap dan dikata oleh siapapun jika kisah sedih mengayun hati dan jiwa acap lebih menarik ketimbang cerita keperkasaan pahlawan layar lebar maupun dunia nyata.

Kisah sedih dan menggundahkan hari pada umumnya jadi lebih cepat terkenal dan awet digambaran kenyataan dunia. Kisah yang terbaru mantan presiden kita Habibie dan Ainun yang belum setahun di tayangkan seakan menjadi contoh konkret dimana kisah edukasi laskar pelangi atau bahkan kisah horor suster ngesot atau apalah yang berjenis mengumbar “sesuatu” yang ditaksir menguntungkan ternyata masih kalah.

Hidup berawal saat kita mulai memahami akan arti sakit, menyakiti dan disakiti. Tak banyak orang yang mampu memahami dirinya sendiri, dimana banyak diantara mereka masih belum paham akan arti apa yang mereka lakukan didunia ini. Manusia beranggapan, jika kehidupan itu adalah perjalanan jiwa, dimana kedewasaan itu ternyata tidak hanya dimiliki oleh orang yang sudah “berusia” namun bisa siapapun yang memiliki keridhaan yang mendalam saat jiwa dan rasa mereka terenggut sekalipun.

Manusia yang memiliki keridhaan ini tidak banyak, bahkan terkadang manusia seperti ini ternyata tidak semerta merta sudah ada, namun terbungkus dan terselubung oleh kehidupan fana dunia. Tak banyak manusia lain yang tahu dan mau memahami, terkadang jiwa baik yang dimiliki manusia ridha ini masih dibungkus oleh sifat fana dari manusia., emosi, keinginan atau ketidak sabaran.

Bagi manusia dewasa yang mampu melihat manusia ridha ini, sering kehidupan kedewasaan ini dicemooh dengan pandangan pendek ketidak dewasaan. Mereka beranggapan manusia dewasa ini tidak mampu menjaga batasan dengannya. Namun apalah yang harus dijelaskan dan dijabarkan, toh dalam kehidupan yang semua orang bakal dewasa, selalu kita ketahui bahwa ada hal penting yang memang harus kita pikirkan, walau pasti ada juga ketidak pentingan yang tidak perlu dipikirkan sama sekali.

Manusia dewasa acapkali empatinya lebih terasah, mereka mampu menilai dan menentukan arah dalam kehidupannya. Inilah sebabnya manusia dewasa mampu menjadi penjaga dan pembimbing yang baik bagi manusia ridha ini. Walau kadang ada manusia dewasa yang sudah mengambil keputusan saat mereka menorehkan kisah dalam kehidupannya :’)

Be honest and be strong to your live, jujurlah pada hatimu.



TAGS dewasa


-

Author

Fajarokto
Seorang guru, yang berusaha mempraktekkan ilmu dalam kehidupan.

Follow Me