Nothing Last forever, but..

11 Dec 2013

bd352cf82822c56e3caf9c44e5b89b37_img_1604Banyak yang bilang,
kesan pertama dari suatu pertemuan sangat menentukan dalam suatu hubungan

wajah, cara berucap, tegur sapa dan bagaimana kita membawa diri sangat mempengaruhi tentang bagaimana suatu hubungan ini berawal., ingat berawal, namun bagaimana dengan berlanjut?

Suatu relationship bisa nampak harmonis namun boleh jadi remuk redam didalam, dimana orang bisa menyaksikan keselarasan hubungan ini namun sebatas konsumsi publik, sementara didalam, pasangan ini mati matian mempertahankan image dengan mengorbankan apa yang terjadi diantara mereka berdua. Banyak hubungan yang bertemakan publik image seperti ini terjadi. Menunjuk pamerkan apa yang mereka miliki untuk membangkitkan rasa jelous bagi orang yang menyaksikan, namun sayangnya hal yang seperti ini cenderung menjadikan kehidupan yang menyedihkan, pathetic bagi yang benar benar paham tentang arti dari relaionship, apa itu kesederhanaan.

Dalam kisah yang kusampaikan ini terjadi bukan karena menyaksikan, namun sempat mengalami atau at least terlibat dalam hubungan ini, tentang bagai mana suatu kepantasan publik menjadi relativitas yang tak beralasan, menyenangkan orang lain namun menyiksa batin, yang mana kita dipaksa bahagia jika publik bahagia, tidak berlandaskan pada simplicity tentang bagaimana kita hanya cukup membahagiakan pasangan kita dan yang berkaitan dengannya saja.

Memantaskan suatu hubungan yang berlandaskan cinta tulus dan perhatian agaknya sekarang mulai sulit diwujudkan bagi generasi pasangan saat ini, mereka tak mau jujur, ingat jujur bukan pamer pada apa yang mereka miliki. mereka takut malu, jika apa yang mereka pilih itu tidak cocok untuk lingkungannya, walau sebenarnya mereka sesungguhnya telah nyaman dengan relationship itu. Hidup yang dimiliki pasangan ini selalu berlandaskan apa kata orang, hingga akhirnya mereka merasa bahwa they live for someone else, not they live for someone who loves.

Jujur relationship yang berlandaskan kepantasan publik sungguh melelahkan, karena mereka selalu dituntut untuk selalu sempurna dan menyenangkan orang banyak, hingga acap orang yang kita sayangi menjadi hal yang tidak penting lagi.
Ingatlah, bagaimana kita bisa disayangi publik telah menyerap energi dan mengorbankan orang yang benar benar menyayangi kita, ingatlah juga banyak hal yang merupakan kekurangan kita tetap menjadi hal yang tidak penting saat orang yang mencintai kita menerimanya untuk dapat hidup mencinta dan mendampingimu selamanya apa adanya.

Jika hidupmu bahagia, setahun akan terasa cepat oleh cinta, jika hidupmu miserable sejam it will feel like forever. Hiduplah sekarang, bersamalah dengan orang yang benar2 mencitaimu. Mencintai raga, maka kebahagianmu akan lekas lekang, cintailah hati maka akan selamanya.

forgive me jika kesan pertamaku kekamu tak maksi,
but now I’m deeply in love with you beb,
and I like to make it forever

11 December ‘13


TAGS fajar okto fajarokto oktobriarto


-

Author

Fajarokto
Seorang guru, yang berusaha mempraktekkan ilmu dalam kehidupan.

Follow Me